Salman Aditya

Welcome to my dreams!

Common Ground Dan Toleransi Terhadap Minoritas

Posted by on Jan 29, 2013

Oleh Salman Aditya

Pendekatan ‘Common Ground’ merupakan cara menangani konflik dan mengenali kemungkinan-kemungkinan yang tidak jauh berbeda dengan pola pikir permusuhan. Merupakan serangkaian prinsip dan praktik yang, ketika diterapkan, menyebabkan pergeseran fundamental dalam hubungan orang dengan konflik –jauh dari pendekatan bermusuhan, melainkan mendekati solusi kooperatif. Pendekatan ‘Common Ground’ menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru untuk hidup berdampingan dengan damai.[1]

Sebelum saya menuliskan lebih banyak lagi tulisan dalam artikel ini yang pertama saya ingin bahwa pembaca memiliki pemahaman yang sama akan arti dari  pendekatan ‘Common Ground’ dan yang kedua arti dari konflik itu sendiri. Dewasa ini sebagian besar masyarakat di Indonesia menganggap bahwa konflik sama dengan kekerasan baik secara langsung maupun tak langsung sedangkan menurut SFCG konflik sendiri berbeda dengan kekerasan dan tidak dapat diklasifikasikan sebagai negatif maupun positif.[1]

Konflik, dengan sendirinya, bukanlah hal yang buruk. Sudah kodratnya dengan adanya perbedaan antar manusia, baik dalam hal agama, politik, suku atau apapun bentuknya. Perbedaan-perbedaan inilah yang memperkaya kita dan dapat menjad akar dari kemajuan damai maupun kekerasan. Menghadapi perbedaan ini secara konstruktif adalah sebuah ketrampilan yang dapat dikembangkan. [1]

Sekarang pertanyaannya yang muncul adalah bagaimana kita menghadapi perbedaan ini secara konstuktif sehingga dapat meningkatkan toleransi terhadap kaum minoritas. Mungkin para ahli – ahli dari bidang ilmu ini telah membeberkan berbagai macam metode dan respon yang menurut mereka ampuh untuk menghadapi atau mengatasi suatu konflik tetapi sekarang apakah semua metode dan respon itu akan selalu efektif menghadapai semua jenis konflik yang ada. Sungguh naïf jika anda menjawab pasti karena di dunia ini tidak ada yang pasti.

Seluruh agama yang dianut umat manusia di dunia ini sebenarnya mengajarkan bagaimana caranya bertoleransi dan melihat keberagaman kaum ini sebagai sesuatu yang harus dijaga. Kaum mayoritas dan minoritas sudah seharusnya seiring sejalan dalam memelihara kesadaran akan prinsip – prinsip dalam agama yang dianutnya masing – masing dan saling menghormati dalam prosesnya karena bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

Agar metode dan respon untuk meningkatkan toleransi terhadap kaum minoritas ini dapat berjalan dengan baik yang pertama adalah perlu sekali adanya kesadaran dari dalam diri sendiri untuk melihat perbedaan sebagai sebuah keindahan. Jika pola pikir pemicu permusuhan dalam konflik antar kaum adalah melihat keindahan dari adanya keseragaman dan persamaan suatu kaum bagaimana jika kita mengubahnya menjadi melihat keindahan dari adanya keberagaman banyak kaum.

Bayangkan jika hidup di dunia ini hanya terdiri dari satu ras atau satu kaum saja. Bayangkan juga jika kita hidup seperti apa adanya sekarang terdiri dari banyak ras dan kaum. Mana yang anda pilih ?

 

 

[1]  Pendekatan ‘Common Ground’ Melalui http://www.timbui.com/more/

Sumber Foto : http://klublego.21.forumer.com/a/photo-place_post232-3525.html

Submit a Comment