Salman Aditya

Welcome to my dreams!

Film Baru Doraemon !

Posted by on Dec 8, 2014

Film Baru Doraemon !

Film ini mengisahkan awal mula pertemuan Doraemon dan Nobita, hingga saatnya kebersamaan itu harus menghilang.

Film Stand By Me Doraemon mengisahkan awal pertemuan Doraemon dan Nobita, si anak kaku berusia 10 tahun. Suatu hari, keturunan keempat Nobita, Sewashi, datang untuk menemui Nobita dari abad 22 bersama robot kucing yang punya berbagai alat canggih dalam kantong diperutnya, Doraemon. Sewashi mengatakan bahwa keluarganya di abad 22 sangat menderita akibat hutang Nobita yang diturunkan pada generasinya.

Untuk mengubah masa depan, Sewashi memaksa Doraemon untuk membuat Nobita bahagia. Karena Doraemon tidak mau, Sewashi terpaksa mengaktifkan program yang membuat Doraemon harus menjaga Nobita. Jika Doraemon tak bisa membuat Nobita bahagia, ia tak akan bisa kembali ke abad 22. Di sinilah kisah kebersamaan Nobita dan Doraemon dimulai. Tak hanya, membantu Nobita dalam menghadapi segala kesulitan, Doraemon juga berusaha agar Nobita mampu mewujudkan keinginannya untuk menikah dengan Sizhuka.

Stand By Me Doraemon telah berhasil menjadi film Jepang terlaris tahun 2014 sejauh ini. Film ini mengumpulkan pendapatan lebih dari 8,4 milyar yen (sekitar 77 juta dolar AS), sebagaimana dilaporkan Box Office Mojo. Stand By Me Doraemon akan tayang di Indonesia pada 10 Desember mendatang di seluruh jaringan bioskop Blitzmegaplex.

Kebersamaan terkadang menjadi hal yang kurang dihargai. Namun saat kebersamaan itu akan hilang, momen mengharukan tak pelak akan dirasakan. Film Stand By Me Doraemon pun ingin menunjukkan betapa keberadaan Doraemon dalam kehidupan Nobita begitu tak tergantikan. Banyak hal yang diinginkan Nobita, tapi ternyata kebersamaan dengan Doraemon jadi hal yang paling berharga bagi Nobita.

Tak hanya bagi Nobita. Doraemon juga telah mendarah daging bagi semua orang yang pernah menjadi anak-anak. Doraemon langsung menjadi favorit anak-abak sejak awal dirilis pada tahun 1969, baik di Jepang, Indonesia, maupun di negara lain. Setelah penulis cerita Doraemon, Fujiko F. Fujio, meninggal dunia pada tahun 1996, timbul banyak rekaan cerita akhir Doraemon oleh para penggemarnya.

Ryuichi Yagi dan Takashi Yamazaki, sutradara Stand By Me Doraemon, serta rumah produksi Shin-ei Animation co., Ltd, Shirogumi Inc., dan Robot Communication Inc., lalu membuat pembaharuan dengan memproduksi film Doraemon yang dicintai banyak orang ini dengan animasi 3D Computer Graphics yang bertaraf kelas dunia. Pembentukan karakternya sendiri membutuhkan waktu satu tahun untuk menangkap emosi dan gerakan yang nyata. Selain itu, proses juga ditangani secara seksama agar tidak merusak integritas karya asli. Semua itu membuahkan cita rasa baru namun penuh nostalgia dari Doraemon.

Ide pembuatan Doraemon dengan animasi 3D Computer Graphics(3DCG) ini timbul setelah film Friends: Mononoke Shima no Naki tahun 2011. Percakapan antara Shuji Abe, produser eksekutif dengan Michihiko Umezawa, Presiden Shin-Ei Animation, saat ini malah memunculkan ide untuk membuat film animasi yang tak hanya dinikmati oleh anak-anak, tapi juga oleh orang dewasa, seperti halnya Pixar yang sukses memproduksi film Toy Story 3 pada tahun 2010.

Oleh karenanya, Abe pun ingin timnya yang kala itu sedang menggarap film Friends: Naki on the Monster Island untuk membuat sesuatu yang bisa menyaingi kemampuan Pixar. “Kalau tim staf film Naki (Friends: Naki on the Monster Island) bisa seperti itu, terlalu bagus bagi satu tim untuk dibubarkan. Saya pun punya keinginan untuk menantang,” ucap Abe.

Hal ini pun disetujui oleh Umezawa. Menurutnya, staf film Friends: Naki on the Monster Island tak kalah baiknya dengan Pixar. “Sangatlah penting terus membuat karya untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi pembuatan film 3DCG. Saya (telah menghasilkan "Doraemon" dan "Crayon Shin-chan") sewaktu dipindahkan ke Shin-Ei Animation, melihat ke belakang dan menyarankan Doraemon,” tambahnya.

Walau pada awalnya cerita yang diajukan oleh sutradara Yamazaki Takashi mendapat penolakan dari Presiden Fujiko Pro, tapi ia tak menyerah. Yamazaki kembali mengajukan ide ceritanya yang diambil dari kisah aslinya dan dikombinasikan, sehingga menciptakan satu cerita baru. Plot cerita ini disambut baik oleh Fujiko Pro. Pihak Fujiko Pro mengaku penasaran dengan film adaptasi dari cerita yang diberikan.

Yamazaki pun langsung mengajak Ryuichi Yagi, orang yang telah bekerja sama dengannya selama 20 tahun. Yagi sendiri pernah bekerja sama dengan Yamazaki dalam film Onimusha 3 pada tahun 2004 dan Friends: Naki on the Monster Island. Ia langsung menyambut baik ajakan Yamazaki, karena, menurutnya, Doraemon merupakan sebuah karya yang mampu merasuk ke dalam benak seluruh penggemar dengan sangat kuat.

“Saya adalah generasi yang dibesarkan oleh manga Doraemon. Saya sangat menyukai Petualangan Doraemon. Sejak menjadi orang dewasa, saya pikir keseharian bersama Doraemon pun masih menarik,” ucap Yagi.

 

Submit a Comment